Senin, 05 November 2012

Kunjungan SBY ke Inggris

Kunjungan Kepala Negara ke kota London, Inggris, untuk memenuhi undangan istimewa dari Ratu Elizabeth II, yang tahun ini merayakan 60 tahun kemahkotaannya. Dalam kunjungan ke Inggris ini, Presiden SBY akan menerima penganugerahan Knight Grand Cross of the Order of Bath, yang akan diserahkan langsung oleh Ratu Elizabeth II. Dalam tradisi Inggris, penghargaan Knight Grand Cross of the Order of Bath diberikan kepada seseorang yang memiliki prestasi luar biasa, baik di bidang militer maupun sipil. Pertama kali penghargaan ini diberikan oleh Raga George I Tahun 1725. Adapun pemimpin asing yang telah menerima penghargaan tersebut antara lain Presiden AS Ronald Reagan, Presiden Perancis Jaques Chirac, dan Presiden Turki Abdullah Gul.

Seperti dikutip dari situs Presiden RI, dijelaskan, penghargaan berupa selempang dan bintang dari Kerajaan Inggris ini diperlihatkan kepada Presiden SBY dan Ibu Ani oleh Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip seusai jamuan santap siang di Blue Drawing Room, Istana Buckingham, London, Inggris, Rabu (31/10) pukul 14.30 waktu setempat. Setelah memperlihatkan penghargaan Knight Grand Cross in the Order of the Bath, Presiden SBY dan Elizabeth II kemudian saling bertukar cindera mata. Presiden SBY juga menerima cindera mata dari Prince of Wales, Pangeran Charles, yang merupakan putera mahkota.

Jamuan santap siang kenegaraan sendiri bersifat informal, tanpa bersulang, pidato, maupun liputan media. Presiden SBY dan Ratu Elizabeth duduk semeja, sedangkan Ibu Ani dan Duke of Edinburgh, Pangeran Philip, berada di meja yang lain. Setiap meja diisi delegasi Indonesia dengan ditemani seorang anggota Kerajaan Inggris. Jamuan yang formal akan dilakukan malam nanti, di Ballroom Istana Buckingham. Baik Presiden SBY maupun Ratu Elizabeth akan menyampaikan pidato dan saling bersulang.

Presiden yang menginap di Istana Buckingham, menghadiri jamuan santap malam dengan menggunakan pakaian tradisional Melayu, Teluk Belanga berwarna hitam dengan peci hitam dan sarung songket warna emas dan merah. Sedangkan Ibu Negara Ani Yudhoyono mengenakan kebaya hitam dan batik. Sementara Ratu Elizabeth mengenakan gaun panjang warna emas, dengan kalung berlian dan tahta berlian. Sepasang kaos tangan warna putih dan tas tangan warna emas.

Ratu Elizabeth dan Presiden Yudhoyono tiba ditempat jamuan berjalan berdampingan, sementara di belakangnya Ibu Negara berdampingan dengan Duke of Edinburgh. Ratu Elizabeth bersama Presiden Yudhoyono memasuki ballroom tempat jamuan makan malam sekitar pukul 20.30 waktu setempat atau Kamis (1/11) dinihari di Indonesia.

Ratu kemudian menyampaikan sambutannya dan memuji perubahan yang terjadi di Indonesia. Ratu mengakui Indonesia semakin kuat dan diperhitungkan oleh dunia. Untuk itu, Ratu menyampaikan rasa hormatnya dan mengangkat gelas (toast) untuk Indonesia, yang kemudian dikuti iringan instrumen lagu Indonesia Raya. 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ratu Inggris Elizabeth II saling memuji saat memberikan sambutan dalam jamuan makan malam kenegaraan di Istana Buckingham, London, Inggris, Rabu malam waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Ratu Elizabeth, dalam sambutanya memuji Presiden Yudhoyono yang telah mampu melakukan reformasi dan transformasi sehingga demokrasi berkembang dan perekonomian semakin kuat dan disegani oleh dunia. 

"Di bawah kepemimpinan anda, Pak Presiden, Indonesia telah menunjukan kinerja transformasi yang mengagumkan. Saat ini Demokrasi telah berkembang dan menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat yang memainkan peran lebih besar di tingkat internasional," katanya.

Menurut dia, Indonesia saat ini, sangat berbeda dengan saat kunjungan kenegaraan yang dilakukannya bersama Pangeran Philip pada 1974 ketika dipimpin Presiden Soeharto.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono dalam sambutan jamuan santap malam tersebut memuji Ratu Elizabeth II yang telah memimpin Inggris selama lebih dari enam dasarwasa dan mampu menjadikan Inggris sebagai negara yang kuat, aman dan sejahtera pascaperang dunia II.

Presiden menilai, Ratu Elizabeth merupakan salah satu pemimpin yang menjadi inspirasi bagi dunia atas keteguhan, dedikasi dan loyalitas dalam menjalankan tugas kenegaraan dan menjadi pelayan masyarakat.

"Paduka yang mulia telah menjadi simbol stabilitas dan keberlanjutan, di tengah fase perubahan dunia," kata Presiden yang memberikan sambutan dalam bahasa Indonesia.

Sementara itu, dalam jamuan santap malam kenegaraan tersebut, Presiden Yudhoyono juga menyampaikan selamat atas ulang tahun berlian (60 tahun) tahta Ratu Elizabeth II. (ANT)


Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan memberikan selamat atas keberhasilan Ratu Elizabeth II memimpin Kerajaan Inggris menjadi lebih kuat dan sejahtera pasca perang dunia II.

"Paduka yang mulai telah memimpin inggris bangkit dari kesulitan akibat perang dunia kedua dan menjadikan Inggris menjadi kuat, aman dan makmur," kata Presiden.

Presiden, juga mengucapkan selamat atas ulang tahun berlian 60 tahun Ratu Elizabeth bertahta.

"Atas nama pribadi, pemerintah dan rakyat Indonesia saya juga ikut menyampaikan selamat kepada paduka yang mulia atas perayaan ulang tahun berlian tahta paduka yang mulia," katanya.

Sementara itu, jamuan makan malam kenegaraan tersebut dihadiri oleh 177 undangan diantaranya Perdana Menteri Inggris David Cameron. 

Delegasi Indonesia yang hadir dalam jamuan mengenakan pakaian teluk belanga, sedangkan para udangan lainnya mengenakan pakaian tuksedo berdasi putih. Selain menghadiri serangkaian acara kenegaraan yang dihadiri Ratu Elizabeth II, Presiden Yudhoyono juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron. Pertemuan-pertemuan lainnya yang telah dijadwalkan meliputi pertemuan dengan Prince of Wales, Pangeran Charles; Ketua Partai Liberal Demokrat, Nick Clegg; dan Pimpinan Oposisi, Ed Miliband.

Dalam konferensi pers sebelum bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (30/10) pagi, Presiden mengatakan Indonesia dan Inggris fokus pengembangan kerjasama di lima bidang yang saling menguntungkan. Kelima bidang prioritas itu adalah perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan hidup, serta demokrasi dan kerjasama antar-agama.

"Yang pertama untuk acara bilateral dengan Inggris adalah rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan dan pertemuan saya dengan PM Inggris, Wakil PM Inggris dan pimpinan oposisi. Sebagaimana diketahui kerjasama strategis dengan Inggris terus berkembang dengan baik hampir 3 miliar dolar AS. Kuartal ketiga ini Inggris merupakan kedua terbesar setelah Singapura di bidang investasi. Tentu banyak lagi yang dilakukan untuk mengembangkan kerjasama ini," kata SBY.

Keberangkatan Presiden dan Ibu Negara ke London, Inggris, dilepas oleh Wakil Presiden Boediono beserta Herawaty Boediono yang baru saja tiba dari ibadah haji pada Selasa pagi pukul 05:30 WIB di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Mendampingi Wapres antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Seskab Dipo Alam, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, para Kepala Staf Angkatan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Adapun yang mendampingi Presiden selama kunjungan kenegaraan ini antara lain, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menperin MS Hidayat, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Patiwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu, dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung.

Namun sebelum acara jamuan santap malam kenegaraan, Presiden SBY memiliki sejumlah agenda. Yang utama adalah meletakkan karangan bunga di Monumen Pahlawan Tak Dikenal di Westminster Abbey, kemudian melakukan pertemuan dengan Pangeran Charles di Clarence Room, bertemu Ketua Partai Liberal Demokrat Nick Clegg, dan melakukan pembicaraan dengan pemimpin oposisi Ed Miliband.

Di Inggris, Presiden SBY dan Ibu Negara tinggal di Istana Buckingham selama menjadi tamu Ratu Elizabeth II. Begitulah adab bagi tamu resmi Kerajaan Inggris.

Memasuki istana, Presiden SBY dan Ibu Ani dijemput Duke of York, Pangeran Andrew, di lobi hotel, untuk mengikuti upacara penyambutan kenegaraan di Istana Buckingham.

Upacara penyambutan ini dilakukan di Royal Pavillion dengan parade pasukan berkuda. Presiden SBY kemudian naik kereta kuda bersama Ratu Elizabeth, sedangkan Ibu Ani satu kereta dengan Duke of Edinburgh, Pangeran Philip, untuk masuk ke dalam Istana. Total ada tujuh kereta kuda Kerajaan Inggris.

Makna Penting Kunjungan ke Inggris London, Inggris: Apa pentingnya kunjungan kenegaraan ke Inggris? Dalam keterangan persnya di Hotel Grosvernor House, London, Sabtu (3/10) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan setidaknya ada lima hal. Semuanya bermuara bagi kepentingan rakyat Indonesia.

Pertama, kunjungan ini memiliki nilai strategis. Setelah 33 tahun, baru kali ini Ratu Elizabeth II mengundang presiden Indonesia. "Ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Inggris," kata Presiden SBY. Ratu Elizabeth II, lanjut Presiden, mengikuti dan sangat paham perkembangan Indonesia.

Kedua, manfaat dari sisi ekonomi. Ekspor mengalami penurunan akibat dampak krisis di Uni Eropa. Ini akan mengancam target pertumbuhan ekonomi kita. "Oleh karena itu kita harus mencari komponen penting lainnya untuk menjaga pertumbuhan, yakni investasi," Presiden menjelaskan.

Ketiga, dalam kunjungan kenegaraan ini juga dibahas kerja sama pendidikan. Pembangunan sumber daya manusia penting untuk menghadapi persaingan global di masa depan. Inggris dikenal memiliki perguruan tinggi dengan reputasi mendunia.

Keempat, transfer teknologi dan pengembangan industri pertahanan. Dalam kunjungan ini disepakati kerja sama pengembangan industri militer dengan Inggris.

Kelima, kerja sama lingkungan dan perubahan iklim. Dalam pertemuan dengan Prince of Wales, Pangeran Charles, dibicarakan kontribusi Inggris dalam implementasi REDD+ (Reduction on Emission and Deforestration Degradation) senilai 1 miliar dolar AS tersebut. 

"Pembicaraan dengan Pangeran Charles ini sangat detail dan nyata," ujar SBY. "Inggris ingin menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-Norwegia dalam konteks REDD+ ini," SBY menambahkan.

Dalam kunjungan ini juga dibahas kerja sama pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car.

Selama di Inggris, Presiden SBY bertemu dengan banyak pihak, termasuk dengan pemimpin oposisi, dan anggota parlemen dari berbagai partai. Dengan para tokoh politik ini, Presiden menyinggung juga soal isu Papua.

"Agar mereka tidak melihat seolah-olah kita masih seperti 20 atau 30 tahun lalu," Presiden SBY menegaskan.

Setelah memberikan keterangan pers ini, Presiden SBY dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan langsung menuju Bandara Internasional Heathrow untuk bertolak ke Laos. Presiden akan tiba di Laos pada Minggu (4/11) pagi, dengan transit terlebih dahulu di Dubai, Uni Emirat Arab.

SUMBER
http://www.antaranews.com/berita/341494/presiden-sby-hadiri-jamuan-kenegaraan-di-istana-buckingham
http://www.antaranews.com/berita/341491/ratu-inggris-dan-presiden-sby-saling-puji
http://www.depdagri.go.id/news/2012/10/31/ke-inggris-presiden-sby-terima-penghargaan-knight-grand-cross-of-the-order-of-bath
http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/11/04/8456.html
http://www.tribunnews.com/2012/11/01/sby-terima-gelar-kesatria-dari-ratu-inggris

Tidak ada komentar:

Posting Komentar